Daun kelor ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Di dalam daun kelor terkandung protein, vitamin A (dari beta-karoten), vitamin B2, B6, C, zat besi, dan magnesium. Kelor merupakan salah satu daun-daunan yang kaya akan vitamin C. Dalam satu cup daun kelor yang diiris (100gr), terkandung 157% dari kebutuhan vitamin C sehari-hari lho.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor 0% (tanpa penambahan tepung daun kelor), 4%, dan 10%.
Tahap penelitian meliputi pembuatan tepung daun kelor, persiapan dan penghitungan kepadatan bakteri, proses fermentasi, dan analisis kandungan nutrien dan antinutriennya. Bakteri yang digunakan untuk fermentasi merupakan campuran bakteri T2A ( Bacillus sp.), T3P1 ( Bacillus sp.) dan JAL11 ( Lactococcus raffinolactis ) dengan kepadatan sebesar 2
Daun kelor dapat dimanfaatkan menjadi olahan baru yaitu teh. Selain itu, teh berbahan dasar daun kelor ini nantinya dapat meningkatkan pemanfaatan daun kelor sebagai suatu minuman yang mampu
Langkah 2. Masukkan tepung terigu, tepung daun kelor, maizena, baking powder dan vanili. Kemudian aduk menggunakan spatula atau pakai tangan aduk hingga tercampur rata. Langkah 3. Susun loyang yang telah diolesi margarin, bentuk bulat-bulat lalu tekan dan pipihkan menggunakan garpu. Lakukan sampai adonan habis. Langkah 4. Panggang sampai matang.
Berdasarkan penelitian Pangaribuan (2013) tentang pembuatan biskuit daun kelor dengan substitusi tepung talas berpengaruh terhadap peningkatan karbohidrat dan serat, namun menurunkan kadar protein. Kadar protein pada biskuit tersebut hanya berkisar 7,74% - 8,98%. Hasil yang didapat belum sesuai dengan SNI pada biskuit yaitu sebesar 9%.
.
cara buat tepung daun kelor